Kisah Nyata Alex Kurniawan Dan Kehidupan Seks Bebas
Ketidakharmonisan
di antara kedua orang-tuanya juga keterikatannya dalam menonton film
porno sejak kecil membuat hidup Alex Kurniawan menjadi kacau.
Kekecewaannya terhadap hidup yang dijalani membuat Alex melampiaskannya
ke dunia malam. Minuman keras, obat-obatan terlarang dan seks bebas
menjadi konsumsinya. Namun apakah dirinya tahan dengan keadaan itu?
Inilah kisah nyata Alex Kurniawan dan Kehidupan Seks Bebas.
"Pertama
kali saya berhubungan dengan wanita, saya sudah mulai merasa mengapa
kok gagal. Kedua, tidak bisa. Ketiga lalu keempat. Makin hari melakukan
saya semakin merasa ketakutan. Semakin bertanya-tanya apa yang terjadi
di dalam kelemahan saya. Saya tidak bisa melakukan hubungan seksual
membuat saya begitu terikat, begitu ketakutan, begitu membuat saya
kecewa dengan diri saya sendiri. Sampai saya merasa hidup ini sudah
tidak ada arti. Saya tidak bisa sekali-kali menikmati hubungan seksual
dengan benar. Tidak bisa mencapai yang namanya klimaks," Alex
mengungkapkan rasa frustrasinya ketika menyadari bahwa kepriaannya sulit
untuk berfungsi.
Dampak
dari kebiasaan buruk tersebut, Alex berkisah, "Ketika kita melihat
wanita yang cantik sedikit saja, kita ingin melakukan sesuatu. Dan kita
melakukannya dengan onani. Dan kadang sehari bisa beberapa kali."
Seiring
pertumbuhannya ketidakharmonisan di antara kedua orang-tuanya menambah
runyam dalam kehidupan Alex. Ia tidak betah di rumah dan ia lebih senang
untuk menghabiskan waktunya dengan teman-teman di luar. "Benar-benar
saya tidak betah di rumah."
Untuk
melampiaskan kekecewaannya, Alex terjun pada kehidupan yang begitu liar.
Dunia malam, ekstasi, mabuk, dan seks senantiasa menghiasi
hari-harinya. "Saya ingin membuktikan diri saja bahwa saya bisa
melakukan hubungan seksual," kisah Alex mengenai alasannya mengapa ia
melakukan pergaulan bebas.
Tidak
dapat menerima kenyataan yang sesungguhnya, Alex bahkan mengkonsumsi
obat-obatan. "Akhirnya saya memakai obat kuat. Ketika saya minum, tidak
ada sesuatu yang hebat terjadi pun tidak ada. Malahan, muka saya jadi
merah, jadi panas, telinga rasanya terbakar. Detak jantung menjadi
kencang. Tidak ada kepuasan yang saya temukan," ungkap Alex.
Hidup
Alex sudah begitu hambar, ia bahkan melakukan pernikahan tanpa tujuan
yang berarti. "Buat saya pernikahan itu tidak ada di dalam pikiran saya,
yang ada ya punya anak saja. Saya menikah itu ya sudah tanpa cinta,
jadi, saya malas untuk menatap mata istri saya. Timbul rasa kebencian
dalam diri saya terhadapnya, tak tahu mengapa. Dengar suaranya saja saya
benci," ujar Alex mengenai rasa sebal dalam dirinya yang sebenarnya
dikarenakan ketidaksanggupan dirinya membahagiakan istrinya.
Bahkan
malam pertamanya saja yang seharusnya menjadi malam yang begitu indah,
justru menjadi malam yang begitu dingin dan hambar. Hari demi hari,
kehidupan rumah tangga mereka pun diwarnai kehidupan seks yang semakin
dingin.
"Sampai-sampai
saya lebih senang untuk bermain keluar. Karena jika dengan wanita lain
saya yang dipuaskan, sedangkan bersama istri saya harus memuaskan dia.
Dan saya tidak sanggup," ungkap Alex.
Kemelut
rumah tangga mereka pun semakin rumit. Demi menutupi kelemahannya, Alex
justru semakin menyudutkan istrinya. Bagi Alex, kepuasan hanya mengenai
fisik semata. Jiwanya pun kering, tak ada lagi kehangatan yang tersisa.
"Bicara
cinta, saya pikir, saya sudah tidak ada lagi rasa cinta. Ketika saya
masuk ke dunia hiburan malam, yang namanya cinta itu saya lupa. Saya
kehilangan apa yang namanya cinta, yang ada hanyalah nafsu," kisah Alex.
Liskania,
istri Alex, juga berkisah, "Ada masalah sedikit saja, itu bisa membuat
kami tidak saling berbicara sehari dua hari. Apalagi jika masuk kamar,
bisa diam-diaman saja. Masing-masing balik badan sendiri-sendiri.
Setelah menikah, ya berbeda, kadang kita berbicara itu tidak dihiraukan
olehnya."
Petualangan
seksnya di luar rumah pun semakin liar dan menjadi-jadi. Dalam
pikirannya yang ada hanya seks. Ia melakukannya pun tanpa pelindung. Ia
berpikir mau mati karena penyakit ya, silahkan saja, yang penting ia
bisa melakukannya.
Petualangan
seksualnya demi mencapai kepuasan fisik hampir menyita seluruh fokus
hidupnya. Bahkan bisnis yang selama ini ia jalani, ikut terenggut
seperti kepriaannya.
"Bisnis
gagal, hubungan seksual gagal, semua gagal. Itulah momen yang paling
hancur, itulah titik yang paling parah yang tidak ada obatnya. Tak ada
satu manusia pun yang bisa menolong saya. Disitulah titik yang paling
frustrasi," kisah Alex mengenai semua kegagalan yang ia alami.
Alex pun
sudah merasakan titik terendah dalam hidupnya dimana ia merasa ia tidak
bisa bangkit lagi. Dan pada titik terendah dalam hidupnya tersebut,
melalui ajakan seorang teman, Alex duduk dalam sebuah pertemuan yang
menjadi penentu bagaimana ia menjalani akan masa depannya. Pada saat
itulah, Alex dikejutkan dalam sebuah pengalaman spiritual yang
membuatnya begitu terheran-heran.
"Daripada
saya bengong, saya tundukkan kepala berdoa Doa Bapa Kami. Tiba-tiba
bayangan hitam berdiri besar di samping saya. Bahunya terangkat,
kelihatan sangat sedih. Saya melihat dan bertanya-tanya. Ketika bayangan
hitam itu datang dan mendekat, disitu saya baru disadarkan bahwa saya
berdosa. Saya selama ini berpikir bahwa saya benar, ternyata saya baru
disadarkan bahwa saya salah. Disitu saya bisa menangis sejadi-jadinya,
saya tidak tahu bahwa air mata saya bisa ditahan," ungkap Alex.
Penyesalan
demi penyesalan menyelimuti Alex, linangan air mata pun menjadi
saksinya. "Bayangan hitam itu memeluk saya menunjukkan kasihnya. Saya
merasakan bahwa saya sudah hancur, tidak berdaya, tak ada artinya...
Tetapi Tuhan menerima saya. Benar-benar saya datang dalam kondisi yang
parah, yang secara manusia sudah tidak ada harapan, sudah tidak bisa
bangkit lagi. Dan Tuhan pulihkan...," kisah Alex bagaimana Tuhan
menunjukkan kasih-Nya bagi Alex.
Saat ini
Alex telah lepas dari krisis keperkasaannya sebagai seorang pria yang
telah lama membelenggunya. Kehidupan seks Alex dan istrinya kini telah
dipulihkan. Rumah tangganya pun menjadi harmonis.
"Jika
dulu melakukan seks itu seperti menonton video porno yang saya tonton.
Tetapi sekarang saya melihat bahwa itu adalah hubungan intim suami-istri
adalah kemuliaan bagi Tuhan. Itu adalah sesuatu yang sangat indah yang
hanya bisa dinikmati yang melakukannya bukan dengan dasar nafsu. Tetapi
ketika kita memulainya dengan ucapan syukur untuk kemuliaan Tuhan, kita
menikmati itu sangat luar biasa," ungkap Alex mengenai bagaimana Tuhan
memperbaharui kehidupan rumah tangganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar