Terungkap, Wanita Indonesia Materialistis dalam Memilih PasanganTEMPO.CO, Jakarta - Sebuah penelitian
yang dilakukan perusahaan biro jodoh professional asal Singapura, Lunch
Actually, menunjukkan bahwa wanita Indonesia cenderung lebih menilai
pria dari sisi materi. Hasil penelitian yang disampaikan pada Ahad, 22
Februari 2015, ini menyebutkan kebanyakan wanita Indonesia lebih memilih
pria yang memiliki karier dan penghasilan tinggi.
Hal ini
berbeda dengan wanita di negara-negara lain yang lebih tertarik kepada
pria yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Biro jodoh ini melakukan
penelitian terhadap 1.659 responden dengan komposisi 49,01 persen wanita
dan 50,99 persen pria dari empat negara, yakni Singapura, Malaysia,
Hong Kong, dan Indonesia.
Pada penelitian ini, pendidikan
responden menunjukkan sebanyak 74,08 persen bergelar minimal sarjana.
"Tingkat kepercayaan penelitian ini sebesar 95 persen dengan margin of error mencapai 3 persen saja," tutur Violet Lim.
CEO Lunch Actually menyatakan penelitiannya menemukan tiga alasan besar yang menjadi daya tarik dari seorang pria atau wanita.
"Secara umum, pria akan tertarik pada wanita karena faktor kecantikan
sebesar 44,7 persen, daya tarik fisik sebesar 36,2 persen, serta humoris
atau baik sebanyak 31,9 persen. Tidak ada perbedaan signifikan antara
pria di Singapura, Hong Kong, dan Malaysia," kata Violet.
Adapun, dia menegaskan, wanita Indonesia tertarik dengan pria yang
memiliki karier dan berpenghasilan tinggi. "Sikap materialistis ini
justru sangat berbeda dengan wanita negara lain yang memilih pria karena
rasa percaya diri," ujar Violet.
Risma Khalik, 42 tahun, single
dengan dua anak yang bekerja sebagai konsultan komunikasi dan pemasaran
di Kota Kasablanka, mengaku setuju dengan penelitian tersebut.
"Wanita itu enggak hanya membutuhkan cinta dan sayang. Yang riil,
mereka juga perlu kehidupan yang terus berjalan dengan baik. Artinya,
mereka perlu uang atau finansial. Jadi, saya setuju asas materialistis
sangat dibutuhkan demi mendapat kehidupan yang lebih baik," kata wanita
yang sudah delapan tahun menjanda itu.
Bagi Risma,
materialistis bukanlah hal negatif. "Justru itu sikap realistis, kan
menjalin hubungan atau menuju pernikahan harus punya tujuan untuk
mencapai kehidupan yang lebih baik atau mapan. Kalau situasi finansial
atau keuangan oke dan stabil, saya kira kecil untuk mendapat masalah
dalam pernikahan," ujar Risma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar